Profil Walikota Bima
Kamis, 28 Maret 2013

Qurais, dari Pengusaha ke Birokrat

 

“Orang boleh menyebut saya Raja Tega. Namun saya akan tetap pada gaya kepemimpinan saya yang tegas tanpa pandang bulu”, demikian kalimat yang pernah dilontarkan oleh M. Qurais H. Abidin, yang kini menjabat sebagai Walikota Bima.

Laki-laki kelahiran Bima, tanggal 5 Juli 1962, dari pasangan H. Abidin Ibrahim (Alm) dan H. Maryam Ahmad ini awalnya merupakan Wakil Walikota Bima mendampingi M. Nur A. Latif. Melalui Pemilukada yang diselenggarakan pada tanggal 19 Mei 2008,  keduanya terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bima, untuk masa jabatan periode 2008 hingga 2013. Pasangan ini dilantik pada tanggal 24 Juli 2008.

Pada tanggal 6 Maret 2010, M. Nur A. Latif wafat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, Wakil Walikota M. Qurais H. Abidin naik menjadi Walikota melanjutkan masa jabatan hingga 2013. Terhitung mulai tanggal 8 Maret 2010 melalui Radiogram Mendagri, Qurais menjabat sebagai Pejabat Walikota Bima. Pada tanggal 28 April 2010, ia dilantik menjadi Walikota Bima.

 

Perantau dan Pengusaha

Qurais menempuh pendidikan sekolah dasar di SD Nagasari Banjarmasin pada Tahun 1968 hingga 1974. Memasuki jenjang pendidikan menengah, ia kembali ke tanah kelahirannya, yaitu Bima, dan menempuh pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 1 Bima pada Tahun 1975 hingga 1977, serta pendidikan menengah atas di SMA Negeri Bima pada Tahun 1978 hingga 1981. Namun, setamat SMA Qurais kembali merantau, kali ini ke Surabaya.

Meneruskan jejak sang ayahanda, setamat SMA Qurais berkecimpung dalam dunia usaha dan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Keseriusan mendalami dunia usaha ditandai dengan ditempatinya posisi Direktur CV. H. Abidin pada tahun 1985.  Posisi ini ditempatinya hingga tahun 2000.

Kesungguhan menekuni dunia usaha membuahkan banyak keberhasilan dan pencapaian yang membanggakan bagi Qurais. Tercatat berbagai posisi penting pernah dan masih didudukinya, antara lain: Ketua I Kadin Bima Tahun 1999-2004; Ketua II Kadin Bima Tahun 2004-2009; Wakil Ketua Kadin NTB Tahun 1995-1999; Ketua  II Hiswana Migas NTB tahun 2006-2010; Direktur PT. Tegas Budi Utama Tahun 1997-Sekarang; Direktur Operasional PT. Bina Mandiri tahun 2000-2005; Direktur PT Safiry Gas Bima-Dompu; Direktur SPBU Amahami Bima; Ketua IPHI Kota Bima Tahun 2007- Sekarang; serta Direktur SPBU Panda Bima.

Kiprah di dunia politik diawali dengan menjadi Pengurus (Bendahara) partai Golkar Kabupaten Bima periode tahun 1987-1988. Langkah besarnya adalah maju sebagai calon Wakil Walikota mendampingi M. Nur A. Latif pada Pemilukada Kota Bima tahun 2008. Langkah ini mengantarkannya menjabat sebagai Wakil Walikota Bima Periode tahun 2008-2010, dan sebagai Walikota Bima periode 2010- 2013.

 

Komitmen bagi Daerah

            Pada tanggal 6 Maret 2010, M. Nur A. Latif wafat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, Wakil Walikota M. Qurais H. Abidin naik menjadi Walikota melanjutkan masa jabatan hingga 2013. Terhitung mulai tanggal 8 Maret 2010 melalui Radiogram Mendagri, Qurais menjabat sebagai Pejabat Walikota Bima.

Kepergian Nur Latif meninggalkan kedukaan yang dalam pada masyarakat Kota Bima. Namun Qurais menyadari, ada banyak pekerjaan yang tertinggal, yang untuk melanjutkannya dibutuhkan segenap daya dan upaya serta semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kota Bima. Semboyan yang kerap digaungkan oleh Nur Latif untuk tidak membiarkan matahari berlalu tanpa makna, akan tetap dihidupkan dan menjadi nafas perjuangan membangun Kota Bima selanjutnya.

Pada tanggal 28 April 2010, M. Qurais H. Abidin dilantik menjadi Walikota Bima. Lima bulan kemudian, yaitu pada tanggal 19 Oktober 2010, H. A. Rahman H. Abidin dilantik sebagai Wakil Walikota mendampingi Qurais. Pasangan ini segera mengawali kerja besar melanjutkan pembangunan Kota Bima dengan melakukan pemetaan secara menyeluruh mengenai kondisi Kota Bima, terkait potensi, tantangan, dan masalah yang tengah dihadapi.

Tantangan pertama adalah keluar dari status disclaimer yang disematkan BPK bagi pengelolaan keuangan Kota Bima. Seluruh kemampuan pemerintah daerah dicurahkan untuk keluar dari permasalahan tersebut. Dimulai dengan pembenahan manajemen dan sumber daya manusia pengelola keuangan daerah. Sebagai wujud komitmen untuk keluar dari status disclaimer, pada hari Senin tanggal 4 April 2011 Walikota menandatangani Memorandum of Understanding atau Nota Kesepahaman dengan BPK untuk membenahi manajemen keuangan daerah.

Walikota juga mewajibkan pejabat Eselon II hingga IV Lingkup Pemerintah Kota Bima untuk menandatangani pakta integritas dalam rangka mewujudkan tertib administrasi serta pengelolaan keuangan daerah yang jujur dan akuntabel.

Perjuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima keluar dari status tanpa pendapat dari auditor (disclaimer) terhadap laporan keuangannya, akhirnya tercapai. Komitmen lain Qurais yang ingin diwujudkan selama masa pemerintahannya adalah penempatan aparatur yang sesuai kompetensi, pelayanan masyarakat yang optimal, serta menekankan sikap jujur dan ikhlas dalam pengabdian, semua ini merupakan pondasi yang kuat bagi pembangunan daerah Kota Bima kedepan.

 

Penyayang Keluarga

Pada tahun 1986, tepatnya tanggal 22 Februari, M. Qurais H. Abidin menikah dengan Hj. Yani Marlina, putri dari pasangan Asmuin Hadi (Alm) dan Hj. Duriana. Pernikahan ini membuahkan empat orang anak, yaitu: Selvy Novia Rahmayani, M.Ridho Zoelfikar, M. Ryan Kusuma Permadi, dan M. Rayindha Prasatyayang.

Pria yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta Nomor 27 RT/RW 06/03 Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat ini dikenal menyayangi keluarga. Ia sering melontarkan pernyataan bahwa ketakutan terbesarnya dalam hidup adalah melihat anak-anaknya tidak bahagia dan terjerumus kedalam pergaulan yang salah.

 

Cinta Sepakbola

Laki-laki yang memiliki hobi travelling ini juga sangat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Sejak remaja, ia telah menunjukkan bakat memimpin, terbukti dengan terpilihnya sebagai Ketua Karang Taruna Kelurahan Santiang Surabaya periode tahun 1982-1985.

Kecintaannya pada olahraga sepakbola mengantarkannya menjadi Ketua Persebi Kabupaten Bima periode Tahun 1987-1993 serta Wakil Ketua PSSI NTB periode Tahun 1993-1997. “Saya ingin melihat tim sepakbola Kota Bima berlaga di divisi utama”, demikian ujar pria yang mengaku sangat mengidolakan klub sepakbola Barcelona dan tim nasional Spanyol.

Kecintaan pada olahraga inilah yang menjadi salah satu motivasinya giat membangun infrastruktur penunjang olahraga di Kota Bima. Kerja besar yang tengah diperjuangkannya adalah membangun gedung olahraga Manggemaci. Proyek ini kini tengah berjalan.

Dengan masa jabatan yang akan segera berakhir, Qurais bertekad untuk menyelesaikan berbagai program pembangunan yang telah diagendakan.***

Bingkai Berita
Lihat semua berita »
Info dan Pelayanan

web site hit counter
Kontak Kami
Pemerintah Kota Bima
Jl. Soekarno – Hatta
Kota Bima NTB-Indonesia
84113

Phone: (0374) 646441, 646442
Fax: (0374) 646569
© 2017 Pemerintah Kota Bima
Bagian Pengolahan Data dan Teknologi Informasi Kota Bima